Bolehkah Membaca Al-Quran Ketika Haid atau Nifas?

Agustus 15, 2010 pukul 05:17 | Ditulis dalam Catatan pemikiran | 3 Komentar
Tag:

Ulama yang berpendapat bahwa, orang yang haidh atau nifas haram hukumnya membaca Al-Quran berdasarkan Hadits.

Artinya : Telah berkata Ibnu ‘Umar, sabda Nabi s.a.w. : „Tidak boleh membaca Qur’an orang yang junub dan tidak boleh (pula) perempuan yang berhaidl”. (H.R. Abu Dawud, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Hadits ini tidak bisa dipakai hujjah karena didalamnya terdapat seorang periwayat yang bernama Isma’il ibnu ‘Ayasy. Dia itu dilemahkan oleh Bukhari, Ahmad dll. (lihat kitab Tahdziibul Kamal).

Artinya : Telah berkata Ibbir : Sabda Nabi s.a.w. : „Perempuan yang berhaidl dan bernifas tidak boleh membaca akan sesuatu dari pada Qur’an”. Yahya itu adalah Ibnu Abi Unaisah dan dia itu dhaif. (H.R. Daraquthni).

Hadits di atas semuanya dhaif dan tidak bisa dijadikan hujjah untuk melarang wanita yang haidh atau nifas membaca Al-Quran.

Intinya, tidak ada hadits-hadits shahih yang melarang orang yang haidlh atau nifas membaca Al-Quran.

Adapun menganai wanita yang junub membaca al-Quran, terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama. Ada yang berkata boleh dan ada yang berkata haram.

Hadits yang menjadi pengharaman atas orang yang junub membaca Al-Quran, ialah sebagai berikut:

Artinya: Telah berkata ‘Ali bin Abi Thalib: Bahwa adalah Rasulullah .s.a.w. sering membacakan kita akan Qur’an di tiap¬ tiap masa beliau itu keadaannya tidak berjunub.(H.R. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Turmudzi, dan ia berkata : Hadiets ini baik shahih).

Dari segi Isnad dan matan, hadits ini bisa di bantah. Imam Tirmidzi telah mensahihkan hadits ini.

Imam Syafi’I berkata, “Bahwa Ahlul-Hadiets tiada bersama menetapkan sahnya (Hadiets ini)”.

Perkataan Imam Syafi’i terbukti mengenai hadits tersebut, bahwa tidak ada ulama-lama sebelum Tirmidzi yang menshahkan hadits tersebut, melainkan Tirmidzi sendiri yang menshahkannya. Sebagaimana perkataan Imam An-Nawawi:
“Kebanyakan Ahlul-Hadiets berlainan dengan Turmudzi ; dan mereka dla’ifkan Hadiets itu”.

Dan adapun lemahnya hadits ini, didalam sanadnya terdapat orang yang bernama Abdullah bin Salamah. Dia itu dilemahkan oleh para penganjur Ahlul hadits, karena ingatannya sudah berubah. Demikan keterangan menurut penelitian imam Al-Baihaqi. Imam Syu’bah berkata, “Bahwa Abdullah itu tatkala meriwayatkan Hadiets ini, sesudah tua dan berubah”.

Dan sudah semestinya Hadiets itu sekarang tertolak, dan kalaupun Hadiets itu shahih, masih belum bisa dijadikan alasan, karena Hadiets yang diriwayatkan oleh shahabat Ali itu cuma menerangkan perbuatan Nabi s.a.w. yang beliau itu tidak pernah membaca Qur’an dimasa junub; dan itu tidak menunjukkan bahwa Rasulullah mengharamkannya atau memakruhkannya. oleh karena itu, kita kembali kepada Al-bara-atul-ash¬liyah (ketiadaan larangan pada asal) yaitu, boleh membaca Qur’an oleh siapapun ; dan ‘ulama’-’ulama’ yang membolehkan bacaan bagi orang yang junub ialah seperti, Bukhari, Thabari, Ibnu-Mundzir, Dawud ; dan mereka itu semua beralasan dengan ala¬san-alasan yang seperti di bawah ini :

Artinya : Telah berkata ‘Aisyah, Rasulullbh s.a.w. itu menyebut (nama Allah) ditiap-tiap masa. (H,S.R. Muslim)

Keterangan ini tidak mengecualikan masa yang beliau sedang junub. Jikalau memang begitu, tentu saja Sitti ‘Aisyah menerangkannya.

Maka dengan Hadiets ini, kita bisa mengambil keputusan, bahwa orang junub itu boleh membaca Qur’an. Hal ini diakui pula oleh Ibnu ‘Abbas;

Artinya : Bahwa Ibnu ‘Abbas itu tiada memandang halangan bagi orang junub membaca (Qur’an). (R. Bukhari),

Kemudian,

Artinya : Telah berkata Hakam (seorang shahabat) : Sesungguhnya saya menyembelih, padahal saya di waktu junub, karena Allah berkata : Janganlah kamu memakan (sembelihan) yang tiada disebut nama Allah. (R. Bukhari),

Artinya : Berkata Ibnu ‘Abbas : Abu Sufyan memberi khabar kepada saya, bahwa Hiraklus pernah minta surat yang dari Nabi s.a.w. kemudian ia bacakan dia, maka disitu ada (firman AIIah) : Dengan nama Allah Pemurah, Penyayang. Hai orang-orang Ahlul-Kitab marilah kepada Agama ………… (S.R. Bukhari)

Hiraklus itu beragama Kristen, dan di agamanya tidak ada perintah yang mewajibkan orang junub supaya mandi, dan sudah tentu saja ketika membaca surat dari Nabi s.a.w. itu, ia dalam keadaan junub. Dan ini bisa menjadi dalil, bahwa orang junub itu boleh membaca Qur’an. Kalau tidak boleh, tentu saja Nabi kita s.a.w. tatkala menulis surat itu, tidak akan disertai dengan Ayat.

3 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

  1. adzab membaca Al’Quran :
    1. SUCI dari HADAST dan NAJIS
    2.Menutup Aurat
    3. Membaca dengan suara merdu dan ikhlas karena Allah
    4.Menghadap kiblat
    5.dsb

    intinya ketika SAYA ingin membaca Al-Quran SAYA akan melakukannya dengan penuh adzab,karena saya ta ingin disebut org TA BERADZAB..
    dan SAYA ta bisa membayangkan bagaimana suci’y Al – Quran harus dipegang apalagi dibaca oleh qta yg sedang dalam keadaan TIDAK SUCi..
    WallahuAlam bisowab!!!!!

    • jangankan membaca al-quran, dalam setiap hal pun manusia itu harus beradab. sampai duduk pun ada adabnya. kalo ditanya, apakah wudlu temasuk adab mau shalat atau syarat mau shalat?kira-kira kita akan menjawab apa?..
      kemudian bolehkah kita memegang dan membaca kalam ilahi yang berebentuk lain ketika haid atau nifas. misalkan Al-quran Hp, Atau Al-quran digital??. kalo misalkan tidk boleh, berarti ketika haidh atau nifas dilarang membawa Hp yang didalamnya terdapat fitur Quran. kemudian dilarang membaca bismilah ketika akan berdo’a, karena bismilah pun adalah lafadz quran.. itu pun kalau adab bagi yang haid atau nifas berlaku seperti yang saudara katakan.

  2. siph…nulis yg lainnya lagi dong


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: